0

Air Terjun Coban Rondo

Air Terjun Coban Rondo

Air Terjun Coban Rondo

Coban Rondo adalah sebuah nama dari sebuah air terjun yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan yang sedang liburan ke kota wisata Batu. objek wisata air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 84 m berada di ketinggian 1.135 meter dari permukaan laut. Airnya berasal dari sumber di Cemoro Dudo, lereng Gunung Kawi dengan debit 150 liter per detik pada musim hujan dan 90 liter per detik di musim kemarau.

Air terjun Coban Rondo ini berada dalam wilayah KPH Perum Perhutani Malang Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Pujon dan Resort Polisi Hutan Pujon Selatan Petak 89G.

Sebelum menjadi menjadi sebuah Air Terjun Coban Rondo, sebetulnya di atasnya juga terdapat sebuah air terjun yaitu air terjun kembar yang disebut Coban Manten, aliran air terjun ini menyatu menjadi Coban Dudo. Uniknya, aliran ke bawah air terjun Coban Dudo tersebut menjadi Air Terjun Coban Rondo.

Sumber air dari ketiga air terjun tersebut berada di Kepundan, satu dataran yang tanpa pohon satu pun berada di atas Coban Manten. Mereka yang ingin melihatnya, selain harus berhati-hati juga perlu ekstra tenaga. Sebab, selain jalan licin, juga cukup jauh antara 3-4 km.

Legenda Air Terjun Coban Rondo.
Air Terjun Coban Rondo menyimpan legenda unik, dan sangat menarik untuk di ketahui. Asal usul Coban Rondo bermula dari sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan. Sebut saja mereka mempelai pria bernama Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro, sedangkan mempelai wanita bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi. Setelah usia pernikahan mereka menginjak usia 36 hari atau disebut dengan Selapan (bahasa jawa). Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmoro, yang merupakan asal dari suami. Namun orang tua Anjarwati melarang kedua mempelai pergi karena usia pernikahan mereka baru menginjak usia 36 hari. Namun kedua mempelai tersebut bersikeras pergi dengan resiko apapun yang terjadi di perjalanan.

Ketika di tengah perjalanan keduanya dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono, yang tidak jelas asal-usulnya. Nampaknya Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati, dan berusaha merebutnya. Akibatnya terjadilah sebuah perkelahian antara Joko Lelono dengan Raden Baron Kusumo tidak dapat terhindarkan.

Kepada para pembantunya atau disebut juga puno kawan yang menyertai kedua mempelai tersebut, Raden Baron Kusumo berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan di suatu tempat yang terdapat di Coban atau air terjun. Perkelahian antara Raden Baron Kusumo dengan Joko Lelono berlangsung sengit dan pada akhrinya mereka berdua gugur. Akibatnya Dewi Anjarwati menjadi sedih akibat gugurnya sang suami, oleh karena itu sang dewi pun menjadi seorang janda yang dalam bahasa jawa disebut “Rondo”.

Pada saat itulah Coban atau air terjun tempat persembunyian Dewi Anjarwati dikenal dengan Coban Rondo. Konon di bawah air terjun Coban Rondo ini terdapat gua tempat tinggal tempat persembunyian Dewi Anjarwati dan batu besar di bawah air terjun Coban Rondo, merupakan tempat duduk sang putri yang merenungi nasibnya.

Masyarakat setempat yang berada dekat kawasan Coban rondo ini percara jika arwah Anjarwati masih berada di bawah air terjun tersebut dan masih menunggu suaminya.

Hingga saat ini, obyek wisata air terjun coban Rondo menjadi pusat perhatian wisatawan bukan karena ceritanya yang melegenda namun juga keindahan alam yang disuguhkan begitu sangat menakjubkan.

Air Terjun Coban Rondo

Nah jika anda akan berencana untuk berlibur di kota Wisata Malang jangan lupa untuk mengunjungi tempat yang satu ini, Saran kami untuk pilihan penginapan yang murah dan hemat Hotel Dedaunan menjadi pilihan pas untuk bermalam.